4 Penjelasan Obat-Obatan Terlarang!
contoh jenis-jenis program televisi
cara mengatasi radang telinga
Investigasi Dugaan Ancaman Teroris di Mapolres Pacitan, Densus 88 Turut Dalami
agfenerji.com, 26 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pacitan, 26 April 2025 – Kepolisian Resor (Polres) Pacitan, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan menyusul adanya dugaan ancaman teroris me yang menyasar markas polisi tersebut. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dikabarkan telah turun tangan untuk mendalami kasus ini, guna memastikan keamanan dan mengungkap potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
Latar Belakang Dugaan Ancaman

Informasi mengenai dugaan ancaman teroris di Mapolres Pacitan pertama kali mencuat setelah aparat kepolisian setempat menerima laporan intelijen terkait aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Meskipun belum ada pernyataan resmi yang merinci bentuk ancaman tersebut, sumber kepolisian menyebutkan bahwa indikasi awal mengarah pada potensi aksi teror yang berkaitan dengan jaringan ekstremis. Ancaman ini diduga menargetkan Mapolres Pacitan sebagai simbol keamanan di wilayah tersebut.
Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan di lingkungan Mapolres. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Densus 88, untuk memastikan situasi tetap kondusif. Masyarakat diminta tetap tenang dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan,” ujarnya.
Peran Densus 88 dalam Investigasi
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/01/8c3c9c75-0c03-4209-bdd7-b39b165782bc_jpg.jpg)
Densus 88, sebagai satuan khusus Polri yang bertugas menangani tindak pidana teroris me, telah mengerahkan tim investigasi ke Pacitan untuk mendalami kasus ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim Densus 88 tengah melakukan pengumpulan data intelijen, pemeriksaan saksi, dan analisis barang bukti yang relevan. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi jaringan teroris yang mungkin terlibat serta mencegah aksi teror sebelum terjadi.
Seorang juru bicara Densus 88, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi dengan segala bentuk ancaman teroris me. “Kami sedang bekerja secara intensif untuk memverifikasi informasi dan mengambil langkah preventif. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan keamanan nasional,” katanya.
Respons Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Kabar mengenai dugaan ancaman teroris ini sempat memicu keresahan di kalangan masyarakat Pacitan. Namun, Pemerintah Kabupaten Pacitan bergerak cepat untuk menenangkan warga. Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya. “Kami percaya aparat keamanan sedang bekerja secara maksimal. Mari kita dukung dengan menjaga ketenangan dan kebersamaan,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (25/4).
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Polres Pacitan dan instansi terkait untuk memperkuat patroli di sejumlah titik strategis, termasuk fasilitas publik dan tempat ibadah. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Konteks Ancaman Terorisme di Indonesia
Dugaan ancaman di Mapolres Pacitan ini menambah daftar kasus teroris me yang ditangani aparat keamanan di Indonesia. Sepanjang tahun 2024, Densus 88 telah melakukan sejumlah operasi penangkapan terduga teroris di berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Beberapa kasus menunjukkan keterlibatan kelompok teroris seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Daulah Islamiyah, yang terafiliasi dengan jaringan ISIS.
Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Teroris me (BNPT), ancaman teroris me di Indonesia masih didorong oleh penyebaran ideologi radikal melalui media sosial dan pelatihan militer di sejumlah daerah. Kolaborasi antara BNPT, Densus 88, dan instansi terkait terus diperkuat untuk mencegah dan menderaadikalisasi individu yang terpapar paham ekstremis.
Langkah ke Depan
Sementara investigasi di Pacitan terus berlangsung, Polres Pacitan dan Densus 88 mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Masyarakat diminta melaporkan segala aktivitas atau individu mencurigakan melalui saluran resmi kepolisian. Selain itu, kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya radikalisme juga akan digencarkan di wilayah tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman teroris me masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Profesionalisme dan sinergi antarinstansi, sebagaimana ditunjukkan oleh Densus 88 dan Polres Pacitan, menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasional. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan mendukung upaya aparat keamanan demi terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
Tragedi di Balik Panggung: Eks Pemain Sirkus OCI Ungkap Penyiksaan, Taman Safari Indonesia Membantah Keterlibatan
Kontroversi Salat Jumat Bergilir di Surabaya: Wakil Wali Kota Turun Tangan
Mencari Alvaro: Bocah Pesanggrahan yang Hilang 47 Hari
agfenerji.com, 23 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Jakarta, 23 April 2025 – Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun dari kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, telah hilang sejak 6 Maret 2025. Hingga kini, setelah 47 hari berlalu, keberadaannya masih belum diketahui, meninggalkan keluarga dan masyarakat dalam keprihatinan mendalam.
Kronologi Kehilangan

Pada Kamis, 6 Maret 2025, menjelang waktu Maghrib, Alvaro berpamitan kepada kakeknya, Tugimin (71), untuk pergi ke Masjid Jami Al Muflihun, yang berjarak tidak jauh dari rumahnya. Hari itu, seperti biasa, Alvaro berniat melaksanakan salat dan berbuka puasa di masjid. Menurut Tugimin, sebelum berangkat, Alvaro sempat meminta susu, namun ia mengingatkan bahwa cucunya sedang berpuasa. Dengan nada polos, Alvaro menjawab, “Kalau anak kecil, puasanya setengah hari boleh.”
Alvaro kemudian mandi, berganti pakaian, dan bergegas menuju masjid. Ia mengenakan kaos hitam dengan sedikit gambar, celana panjang chinos hitam, dan sandal hitam. Namun, setelah waktu Maghrib, Alvaro tidak kunjung pulang, yang tidak biasa baginya karena ia selalu kembali usai salat dan berbuka.
Keluarga awalnya mengira Alvaro sedang bermain bersama teman-temannya. Namun, kecemasan mulai muncul ketika hingga pukul 21.30 WIB, Alvaro masih belum kembali. Tugimin dan keluarga mulai mencari ke berbagai tempat, termasuk bertanya kepada teman-teman Alvaro, tetapi tidak ada petunjuk. Pada pukul 22.00 WIB, keluarga melaporkan kehilangan Alvaro ke Polsek Pesanggrahan. Karena aturan mengharuskan menunggu 24 jam untuk laporan orang hilang, penyelidikan resmi baru dimulai pada 7 Maret malam.
Informasi Mencurigakan dari Masjid
Tiga hari setelah kejadian, Tugimin mendapat informasi dari marbut (penjaga masjid) bahwa seorang pria tak dikenal (OTK) sempat datang ke masjid sebelum waktu berbuka puasa. Pria tersebut mengaku sebagai ayah Alvaro dan bertanya kepada marbut, “Saya cari anak saya, Alvaro. Katanya suka salat di masjid sini.” Marbut menjawab, “Itu ada anaknya di atas,” merujuk pada lokasi Alvaro yang sedang bermain di lantai dua masjid. Setelah itu, marbut tidak lagi memperhatikan pria tersebut karena sibuk menyiapkan buka puasa dan salat Maghrib. Sayangnya, keberadaan pria tersebut tidak terekam karena CCTV masjid sedang rusak, dan CCTV di sekitar lokasi juga tidak menangkap gambar Alvaro.
Informasi ini menimbulkan dugaan bahwa Alvaro mungkin dibawa oleh orang tak dikenal tersebut. Namun, hingga kini, identitas pria tersebut belum terungkap, dan polisi masih menyelidiki kemungkinan keterkaitannya dengan hilangnya Alvaro.
Upaya Pencarian

Pihak kepolisian, dipimpin Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam, terus melakukan pencarian dengan mendalami setiap informasi yang masuk. Polsek Pesanggrahan telah menyebarkan poster Alvaro di grup WhatsApp warga, platform media sosial, dan forum komunikasi masyarakat. Selain itu, polisi juga menelusuri lingkungan sekitar dan memeriksa rekaman CCTV yang tersedia, meskipun sebagian besar kamera pengawas di lokasi kejadian tidak berfungsi atau tidak menangkap gambar Alvaro.
Keluarga juga tidak tinggal diam. Arumi, ibunda Alvaro, telah menyebarkan informasi kehilangan putranya melalui media sosial dan memasang poster di berbagai tempat. Ciri-ciri Alvaro disebarkan luas: bertubuh kurus, berkulit sawo matang, berambut cepak, memiliki lesung pipi, dan terakhir terlihat mengenakan kaos hitam, celana panjang hitam, serta sandal hitam.
Tugimin, sang kakek, bahkan mencoba mencari petunjuk melalui tokoh agama, tetapi hingga kini belum ada hasil signifikan. “Kami hanya bisa berharap dan berdoa agar Alvaro segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Tugimin dengan nada penuh harap, meski wajahnya mencerminkan kepedihan.
Dukungan Masyarakat

Kasus hilangnya Alvaro telah menarik perhatian masyarakat luas. Di media sosial, banyak warga menyampaikan doa dan dukungan agar Alvaro segera ditemukan. Beberapa akun, seperti @kompascom dan @dewirieka, turut menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri Alvaro dan nomor kontak yang dapat dihubungi, yaitu 0812-1923-0694 dan 0813-6085-7598, untuk siapa saja yang memiliki informasi tentang keberadaannya.
Harapan dan Seruan
Sudah 47 hari sejak Alvaro menghilang, namun keluarga tetap berjuang dengan penuh harapan. Tugimin berpesan kepada pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta, dan aparat kepolisian untuk terus membantu mengungkap misteri di balik hilangnya cucunya. Ia juga memohon doa dan bantuan dari masyarakat agar Alvaro dapat kembali ke pelukan keluarga.
Bagi siapa saja yang memiliki informasi mengenai Alvaro Kiano Nugroho, dimohon segera menghubungi nomor kontak yang telah disebarkan atau melapor ke Polsek Pesanggrahan. Setiap petunjuk, sekecil apa pun, dapat menjadi kunci untuk membawa Alvaro pulang.







