Sorotan:
- Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman damai 14 poin yang dijadwalkan rampung pekan ini di Swiss
- Selat Hormuz, jalur yang menampung sekitar 25 persen perdagangan minyak laut dunia, kembali dibuka untuk pelayaran komersial
- Harga minyak dunia langsung turun setelah pengumuman, sementara pasar saham global menguat
JAKARTA — Amerika Serikat dan Iran menuntaskan nota kesepahaman damai 14 poin yang dikenal sebagai memorandum Islamabad, dengan jadwal penandatanganan resmi di Swiss pada 19 Juni 2026. Kesepakatan ini mengakhiri konflik bersenjata sejak Februari 2026 dan membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas minyak global.
Mengapa Ini Penting?

Selat Hormuz bukan jalur laut biasa. Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dikutip IDN Times, sekitar 20 juta barel minyak melintas selat ini setiap hari — setara hampir seperlima konsumsi minyak global. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut angka itu setara sekitar 25 persen perdagangan minyak laut dunia, dengan sekitar 80 persen volumenya menuju pasar Asia.
Ketika Iran memblokade selat ini menyusul serangan AS dan Israel pada akhir Februari 2026, dampaknya langsung terasa. AS kemudian memberlakukan blokade laut balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sekitar enam minggu setelah konflik pecah, menurut laporan Tribunnews. Bagi Indonesia, gangguan jalur ini berarti potensi lonjakan harga BBM dan ongkos logistik, karena sebagian pasokan energi Asia bergantung pada rute tersebut.
Kabar damai ini langsung disambut Presiden AS Donald Trump lewat platform Truth Social.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” — Donald Trump, Presiden AS (15 Juni 2026, Antara)
Trump menyebut langkah ini juga mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut AS di pelabuhan Iran, sekaligus pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya tol bagi kapal yang melintas.
Reaksi dan Dampak

Pasar finansial bereaksi cepat. Harga minyak dunia turun sekitar 4 persen, sementara indeks berjangka S&P 500 naik 0,8 persen begitu pengumuman keluar, menurut catatan Tempo. Tribunstyle mencatat harga minyak bahkan turun mendekati 5 persen seiring optimisme pasar terhadap pulihnya pasokan energi global.
Seorang pejabat senior pemerintah AS menjelaskan inti dari nota kesepahaman tersebut.
“Ini adalah perjanjian yang memungkinkan kita untuk segera membuka Selat Hormuz.” — Pejabat Senior Pemerintah AS (dikutip Beritasatu)
Selain pembukaan selat, nota 14 poin itu mencakup pencabutan sanksi bertahap dan pembahasan program nuklir Iran. Kedua negara akan menjalani periode negosiasi lanjutan selama 60 hari untuk merumuskan kesepakatan final, sebagaimana dilaporkan Tribunnews. Iran sendiri dikabarkan akan berdialog dengan Oman dan negara-negara pesisir Teluk Persia lain soal administrasi maritim Selat Hormuz pascakesepakatan.
Konflik ini sempat dikutip Kepala IEA Fatih Birol sebagai salah satu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah pasar energi modern, dengan pasokan global yang sempat tertahan hingga sekitar 8 persen dari permintaan dunia pada Maret 2026.
Beberapa negara Eropa — termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia — juga menyatakan siap mencabut sanksi terkait jika kesepakatan ini benar-benar berjalan, sesuai laporan kumparan.
Apa Selanjutnya?

Pembukaan kembali Selat Hormuz akan dilakukan bertahap, termasuk proses pembersihan ranjau laut sebelum lalu lintas tanker kembali normal seperti sebelum konflik. Iran juga menuntut akses ke dana miliaran dolar yang sempat dibekukan di rekening luar negeri sebagai bagian dari negosiasi lanjutan.
Bagi Indonesia, normalisasi jalur ini berpotensi menahan kenaikan harga BBM bersubsidi maupun nonsubsidi dalam jangka pendek, meski pemulihan penuh lalu lintas tanker diperkirakan butuh waktu lebih lama dibanding pengumuman politiknya.
Baca juga liputan terkait di AGFENERJI: bagaimana Trump sempat mengancam menyerang infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tak dibuka, latar belakang tuntutan 10 poin Iran ke AS saat negosiasi dimulai di Islamabad, serta sikap Pemimpin Tertinggi Iran terhadap Israel yang mewarnai konflik sejak awal.
Pertanyaan Seputar Kesepakatan AS-Iran
Berapa persen minyak dunia melewati Selat Hormuz?
Sekitar seperlima konsumsi minyak global menurut EIA, atau diperkirakan ~25 persen perdagangan minyak laut dunia menurut IEA — sekitar 20 juta barel per hari.
Kapan kesepakatan damai AS-Iran resmi diteken?
Penandatanganan resmi nota kesepahaman 14 poin dijadwalkan di Swiss pada 19 Juni 2026, menyusul pengumuman awal Trump pada 15 Juni 2026.
Apa dampak kesepakatan ini bagi harga minyak?
Harga minyak dunia turun sekitar 4-5 persen begitu kesepakatan diumumkan, didorong optimisme pulihnya pasokan dari Selat Hormuz.

