Iran secara resmi mengajukan proposal 10 poin kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan pada 7–8 April 2026 — dokumen yang kini menjadi dasar negosiasi damai yang dijadwalkan dimulai Jumat, 10 April 2026, di Islamabad.
Ringkasan 10 tuntutan Iran:
- Pengakhiran perang secara permanen — bukan sekadar gencatan senjata sementara
- Jaminan AS tidak akan melancarkan serangan baru terhadap Iran
- Penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon
- Penghentian seluruh operasi militer di kawasan Timur Tengah
- Pencabutan penuh sanksi AS dan sanksi internasional terhadap Iran
- Pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan poin 5
- Penyusunan protokol jalur aman pelayaran di Selat Hormuz
- Pengenaan biaya transit US$2 juta per kapal di Selat Hormuz
- Biaya transit dibagi antara Iran dan Oman
- Rekonstruksi infrastruktur Iran yang hancur akibat serangan AS-Israel
Apa Itu Proposal 10 Poin Iran dan Bagaimana Kronologinya?

Proposal 10 poin Iran adalah dokumen diplomatik formal yang dikirimkan Teheran kepada Washington melalui jalur mediasi Pakistan — respons langsung atas proposal 15 poin yang lebih dulu diajukan AS, namun ditolak mentah-mentah oleh pihak Iran sebagai “tidak realistis.”
Konflik ini berakar pada serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer senior. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke aset militer AS dan Israel di seluruh kawasan Timur Tengah. Dalam 40 hari berikutnya, ketegangan militer meningkat tajam, termasuk blokade de facto Selat Hormuz oleh Iran — jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Pada 6 April 2026, Presiden Donald Trump melontarkan ancaman keras dari Gedung Putih, menyatakan akan menghancurkan seluruh infrastruktur vital Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum 7 April 2026. Trump menyebut Iran akan “membutuhkan 100 tahun untuk membangun kembali.”
Di tengah tekanan tersebut, Iran menyerahkan proposal balasan 10 poin melalui Pakistan. Setelah menerima dokumen itu, Trump menyatakan di Truth Social bahwa proposal tersebut bisa menjadi “dasar yang kuat untuk negosiasi” — perubahan sikap yang signifikan dibandingkan retorika sebelumnya.
Key Takeaway: Proposal 10 poin Iran bukan sekadar syarat gencatan senjata — ini adalah peta jalan Teheran menuju perdamaian permanen, dengan Selat Hormuz sebagai kartu tawar utama.
Mengapa Pakistan Menjadi Mediator?

Pakistan memainkan peran kunci sebagai mediator dalam krisis AS-Iran 2026 karena beberapa alasan strategis yang saling berkaitan.
Pertama, Islamabad memiliki hubungan diplomatik aktif dengan Teheran sekaligus saluran komunikasi dengan Washington. Kedua, Pakistan tidak terlibat langsung dalam konflik militer, sehingga diterima oleh kedua pihak sebagai pihak yang relatif netral. Ketiga, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir disebut secara eksplisit oleh Trump dalam pengumuman gencatan senjatanya sebagai tokoh kunci di balik kesepakatan ini.
Islamabad-lah yang menyampaikan proposal 15 poin AS ke Teheran — dan kemudian membawa kembali jawaban 10 poin Iran ke Washington. Tanpa jalur Pakistan, komunikasi formal antara kedua pihak yang bertikai hampir tidak mungkin terjadi.
| Aktor | Peran | Platform |
| Pakistan (PM Shehbaz Sharif) | Mediator utama | Islamabad |
| Iran (SNSC + Menlu Araghchi) | Pengaju proposal | Teheran |
| AS (Trump) | Penerima proposal | Washington / Truth Social |
| Israel (Netanyahu) | Pihak terkait, setujui gencatan | Tel Aviv |
| Oman | Mitra bagi hasil Selat Hormuz | Muscat |
Rincian 10 Tuntutan Iran: Analisis Per Poin

Iran mengajukan tuntutan yang oleh seorang pejabat AS disebut “maksimalis” — namun Trump sendiri menyebutnya “signifikan.” Berikut analisis tiap poin berdasarkan laporan IRNA, BBC, CNBC Indonesia, dan The New York Times.
Poin 1–2: Jaminan Keamanan Permanen
Iran menolak keras konsep gencatan senjata sementara. Teheran menuntut pengakhiran perang yang bersifat definitif dan permanen, disertai komitmen non-agresi yang mengikat dari pihak AS. Tuntutan ini muncul dari pengalaman historis Iran yang merasa pernah diserang saat proses diplomasi masih berlangsung.
Poin 3–4: Penghentian Konflik Regional
Iran tidak hanya berbicara tentang dirinya sendiri. Tuntutan Teheran mencakup penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon dan penghentian seluruh operasi militer di kawasan — menandai ambisi Iran sebagai pelindung “Poros Perlawanan” yang lebih luas.
Poin 5: Pencabutan Sanksi
Ini adalah tuntutan ekonomi terbesar. Iran meminta pencabutan penuh sanksi Amerika Serikat dan sanksi internasional yang selama bertahun-tahun memukul perekonomian Teheran. Tanpa pencabutan sanksi, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz secara permanen.
Poin 6–9: Selat Hormuz sebagai Kartu Tawar
Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz — jalur yang dilalui sekitar 20–21 juta barel minyak per hari — sebagai imbalan pencabutan sanksi. Namun dengan syarat: biaya transit US$2 juta per kapal yang hasilnya dibagi antara Iran dan Oman. Ini bukan sekadar membuka selat — Iran ingin memonetisasi kontrol atas jalur strategis tersebut.
Poin 10: Rekonstruksi
Sebagai ganti tuntutan kompensasi langsung, Iran meminta rekonstruksi infrastruktur yang hancur akibat serangan AS-Israel. Menurut laporan The New York Times, biaya transit di Selat Hormuz juga dimaksudkan sebagian untuk mendanai rekonstruksi ini.
| Kategori | Poin | Isi Inti | Posisi AS |
| Keamanan | 1, 2 | Akhiri perang + jaminan non-agresi | “Maksimalis” |
| Regional | 3, 4 | Hentikan konflik Lebanon + kawasan | Belum dikonfirmasi |
| Ekonomi | 5 | Cabut semua sanksi | Sensitif |
| Hormuz | 6, 7, 8, 9 | Buka selat + biaya transit | Syarat utama Trump |
| Kompensasi | 10 | Rekonstruksi Iran | Belum dikonfirmasi |
Key Takeaway: Selat Hormuz adalah inti negosiasi — Iran menjadikannya leverage ekonomi sekaligus simbol kedaulatan.
Respons AS, Israel, dan Dampak ke Pasar Global

Respons Trump terbilang mengejutkan. Setelah berhari-hari melontarkan ancaman untuk “meratakan Iran,” Trump berbalik dan menyatakan menerima proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi. Ia mengumumkan penangguhan serangan selama dua minggu dengan satu syarat mutlak: Iran harus segera membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman.
Iran merespons cepat. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menulis di platform X bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz akan dibuka selama dua minggu melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran kemudian mengklaim ini sebagai “kemenangan bersejarah” — meski para analis Barat mengingatkan bahwa negosiasi formal baru saja dimulai dan banyak hal yang masih belum disepakati.
Israel, di sisi lain, dikabarkan menyetujui gencatan senjata — dikonfirmasi oleh pejabat Gedung Putih dan lembaga penyiaran publik Israel, Kan. Namun PM Netanyahu sebelumnya sudah memperingatkan Trump agar tidak terlalu mudah membuat kesepakatan dengan Teheran.
Dampak Pasar:
Pengumuman gencatan senjata langsung mengguncang pasar komoditas global. Indeks Dolar AS turun sekitar 0,70% ke sekitar 99,00. Harga minyak mentah WTI anjlok hampir 11% dalam satu hari — mencerminkan harapan pasar bahwa Selat Hormuz akan kembali normal dan kekhawatiran gangguan pasokan mereda.
| Indikator | Perubahan | Konteks |
| WTI Crude | -11% (sehari) | Selat Hormuz dibuka kembali |
| Indeks DXY | -0,70% (~99,00) | Risk-on, dolar melemah |
| Harga minyak global | Turun tajam | Pasokan dianggap lebih aman |
Apa yang Terjadi di Islamabad Mulai 10 April 2026?
Negosiasi formal dijadwalkan dimulai Jumat, 10 April 2026, di Islamabad, Pakistan — dengan durasi awal dua minggu yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa tujuan perundingan ini adalah mengonfirmasi pencapaian Iran di medan perang secara politik dalam waktu maksimal 15 hari. Iran tidak menganggap ini sebagai negosiasi dari posisi lemah — sebaliknya, Teheran mengklaim telah “memenuhi semua tujuan militer.”
Beberapa hal yang masih belum jelas menjelang perundingan:
- Format representasi: Siapa yang duduk di meja perundingan dari masing-masing pihak
- Posisi Israel: Apakah Tel Aviv akan diwakili langsung atau melalui AS
- Verifikasi: Mekanisme pengawasan gencatan senjata belum dikonfirmasi
- Program nuklir: SNSC Iran menyebut proposal 10 poin mencakup syarat bahwa Iran akan melanjutkan pengayaan uranium — poin yang sangat sensitif bagi AS dan Israel
Key Takeaway: Islamabad bukan akhir konflik — ini adalah awal dari negosiasi yang bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, dengan banyak isu besar yang belum terjawab.
Data Nyata: Kronologi Perang AS-Iran 2026
| Tanggal | Peristiwa | Sumber |
| 28 Feb 2026 | AS-Israel serang Teheran, Khamenei tewas | AFP, BBC |
| Maret 2026 | Iran blokir Selat Hormuz, balas dengan rudal-drone | IRNA, Reuters |
| 24 Mar 2026 | Iran ajukan 7 syarat awal, AS sebut “konyol” | Wall Street Journal |
| 6 Apr 2026 | Trump ancam hancurkan infrastruktur Iran | Gedung Putih |
| 7 Apr 2026 | Iran kirim proposal 10 poin via Pakistan | IRNA, CNBC Indonesia |
| 7 Apr 2026 | Trump: proposal “signifikan tapi tidak cukup baik” | The New York Times |
| 8 Apr 2026 | Trump umumkan gencatan senjata 2 minggu | Truth Social, BBC |
| 8 Apr 2026 | Iran buka Selat Hormuz, klaim kemenangan | AFP, Al Jazeera |
| 10 Apr 2026 | Negosiasi dijadwalkan mulai di Islamabad | SNSC Iran |
Data: 40 hari konflik, dikompilasi dari laporan AFP, BBC, IRNA, dan The New York Times. Diverifikasi: 08 April 2026.
Baca Juga Trump Ancam Iran untuk Buka Selat Hormuz: Israel Serang Petrokimia Iran
FAQ
Apakah AS sudah menyetujui semua 10 tuntutan Iran?
Belum. Trump menyatakan menerima proposal 10 poin sebagai “dasar negosiasi” — bukan sebagai kesepakatan final. Masih banyak poin yang belum direspons secara resmi, termasuk pencabutan sanksi dan pengayaan uranium.
Kenapa Iran mau bernegosiasi sekarang setelah menolak gencatan senjata?
Iran membedakan antara “gencatan senjata sementara” — yang mereka tolak — dan “jeda negosiasi menuju perdamaian permanen” — yang mereka terima. Teheran mengklaim posisi tawar mereka kuat karena telah memenuhi tujuan militer. Pakistan sebagai mediator juga berhasil meyakinkan kedua pihak untuk duduk bersama.
Apa arti Selat Hormuz dalam konteks ini?
Selat Hormuz adalah jalur sempit antara Iran dan Oman yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Blokade Iran atas selat ini menyebabkan lonjakan harga minyak global dan menjadi tekanan utama bagi AS dan sekutunya untuk bernegosiasi. Pembukaan kembali selat ini adalah syarat utama Trump — dan Iran menjadikannya alat tawar terbesar.
Bagaimana posisi Israel dalam negosiasi ini?
Israel dikonfirmasi menyetujui gencatan senjata dua minggu, namun PM Netanyahu sebelumnya sudah memperingatkan Trump agar tidak terburu-buru membuat kesepakatan. Apakah Israel akan terlibat langsung dalam negosiasi di Islamabad atau tidak — belum dikonfirmasi resmi.
Apa yang terjadi jika negosiasi Islamabad gagal?
Menurut pernyataan SNSC Iran, jika perundingan tidak menghasilkan konfirmasi politik atas “kemenangan” Iran, Teheran siap melanjutkan konflik militer. Trump juga menyebut serangan bisa kembali dilakukan jika Iran tidak menepati komitmennya membuka Selat Hormuz.
Referensi
- CNBC Indonesia — Lengkap! 10 Syarat dari Iran untuk Akhiri Perang dengan AS-Israel — cnbcindonesia.com — diakses 08 April 2026
- Kompas.com — Iran Ungkap 10 Syarat Gencatan Senjata dengan AS-Israel — diakses 08 April 2026
- Media Indonesia — Iran-AS Sepakat Negosiasi di Islamabad Pakistan Mulai Jumat — diakses 08 April 2026
- Aktual.com — Iran Klaim Kemenangan, Trump Disebut Terima 10 Tuntutan — diakses 08 April 2026
- Detik News — Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel — diakses 08 April 2026
- FXStreet Indonesia — Iran Mengonfirmasi Negosiasi dengan AS — diakses 08 April 2026
- VIVA — Iran Klaim Kemenangan Setelah Paksa AS Terima 10 Poin Tuntutan — diakses 08 April 2026
- Posnews — Iran Tuntut Solusi Permanen dan Bantah Boikot — diakses 08 April 2026
