Ringkasan Cepat:
- Menhan AS Pete Hegseth mendesak anggota Americas Counter-Cartel Coalition (ACCC) keluar dari ICC
- Ia menuding ICC berupaya merampas kedaulatan pemerintah dan pengadilan nasional
- Kolombia diumumkan resmi jadi anggota ke-19 ACCC dalam kesempatan yang sama
Panama, 15 Agustus 2026 — Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mendesak negara-negara Amerika Latin anggota Americas Counter-Cartel Coalition (ACCC) untuk keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Ia menyampaikan seruan ini dalam pidato di Panama, Rabu, 12 Agustus 2026, dengan alasan ICC mengancam kedaulatan hukum nasional negara-negara anggota.
Mengapa Hegseth Mendesak Keluar dari ICC?

Hegseth menilai ICC telah melampaui batas kewenangannya. Dalam pidatonya, ia meminta seluruh anggota ACCC menolak yurisdiksi lembaga peradilan yang bermarkas di Den Haag itu atas sistem hukum domestik mereka.
Ia menegaskan setiap negara semestinya berdaulat penuh atas keputusan mengerahkan militer dan melindungi warganya berdasarkan hukum serta konstitusi masing-masing, bukan tunduk pada lembaga internasional yang pejabatnya tidak dipilih lewat pemilu.
“Saya sangat mendorong setiap anggota ACCC untuk keluar dari ICC dan menolak upaya mereka merampas kedaulatan pemerintah dan pengadilan Anda.” — Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, 12 Agustus 2026 di Panama
Hegseth juga menuduh ICC berupaya memperluas yurisdiksinya hingga menyasar personel militer AS dan negara-negara mitranya. Ia menyebut langkah itu sebagai perebutan kekuasaan yang tidak berdasar hukum.
Konteks: Tekanan AS terhadap ICC Sejak Kasus Gaza

Tekanan Washington terhadap ICC bukan hal baru. Sejak lembaga itu menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024 terkait dugaan kejahatan di Gaza, AS secara konsisten menolak legitimasi ICC.
Amerika Serikat sendiri bukan negara anggota ICC dan sejak lama tidak mengakui yurisdiksi lembaga tersebut atas warganya. Sikap ini kini diperluas menjadi ajakan terbuka agar negara mitra di Amerika Latin turut keluar dari lembaga tersebut.
“Kami bertanggung jawab hanya kepada warga negara dan konstitusi kami sendiri, bukan birokrat internasional yang tidak dipilih.” — Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat
Reaksi dan Dampak

Momentum ini juga diikuti langkah diplomatik lain. Dalam kesempatan yang sama di Panama, Hegseth mengumumkan Kolombia resmi menjadi anggota ke-19 Americas Counter-Cartel Coalition. Ia menyebut Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella telah meminta bantuan AS dalam operasi negaranya melawan jaringan yang oleh Washington disebut sebagai kelompok teroris.
Di tingkat pejabat senior AS lainnya, tekanan terhadap ICC juga datang dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Bulan lalu di Camp David, Rubio menyatakan ICC “telah membuat dirinya sendiri tidak sah” karena mengklaim yurisdiksi atas negara yang bukan anggotanya. Presiden Donald Trump turut menegaskan bahwa langkah Rubio menekan ICC bertujuan melindungi Netanyahu dan pihak lain yang tengah diselidiki pengadilan tersebut.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dan seragam dari negara-negara anggota ACCC di Amerika Latin terkait desakan Hegseth. Dinamika ini berpotensi menimbulkan gesekan diplomatik baru antara Washington dan negara-negara yang selama ini menjadi anggota ICC.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| November 2024 | ICC terbitkan surat perintah penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan eks Menhan Israel Yoav Gallant | Liputan6 |
| Juli 2026 (Camp David) | Menlu AS Marco Rubio sebut ICC “tidak sah” karena klaim yurisdiksi atas negara non-anggota | Anews |
| Rabu, 12 Agustus 2026 | Menhan Hegseth berpidato di Panama, mendesak anggota ACCC keluar dari ICC | Anadolu via Metro TV News, Liputan6 |
| 12 Agustus 2026 | Kolombia diumumkan resmi jadi anggota ke-19 ACCC | Metro TV News |
| Jumat, 14 Agustus 2026 | Media Indonesia mulai luas memberitakan seruan Hegseth | Liputan6, Antara |
Apa Selanjutnya?

Belum ada tenggat waktu resmi yang disebutkan Hegseth untuk negara-negara ACCC merespons desakan ini. Yang perlu dipantau adalah bagaimana sikap masing-masing negara anggota — termasuk apakah ada yang benar-benar memulai proses formal keluar dari Rome Statute, dasar hukum pembentukan ICC.
Perkembangan ini juga berpotensi memengaruhi dinamika kerja sama keamanan AS dengan negara-negara Amerika Latin dalam kerangka ACCC, khususnya terkait operasi antinarkotika dan penanganan jaringan kriminal lintas negara yang selama ini menjadi fokus koalisi tersebut.
Artikel ini disusun oleh Redaksi agfenerji.com berdasarkan pemberitaan Indonesia dan internasional. Sumber: Liputan6, Metro TV News, Antara News, Anadolu Agency, Anews.

