Japto Soelistyo Soerjosoemarno Ketua Pemuda Pancasila

japto soerjosoemarno
83 / 100 Skor SEO

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Japto Soelistyo Soerjosoemarno atau yang lebih dikenal sebagai Japto lahir pada 16 Desember 1949 di Surakarta, Jawa Tengah. Ia berasal dari keluarga ningrat Mangkunegaran melalui ayahnya, Mayor Jenderal (Purn) Ir. KPH Soetarjo Soerjosoemarno. Sementara itu, ibunya, Dolly Zegerius, memiliki darah Belanda dan dikenal sebagai atlet bridge nasional. Kombinasi latar belakang ningrat Jawa dan Eropa membentuk kepribadian Japto yang tegas, berwibawa, dan memiliki pengaruh besar dalam dunia organisasi dan politik di Indonesia.

BACA JUGA : kelangkaan gas elpiji 3 kg

917c3eb3 9b1f 47b0 ac77 02f887c38a0f 169

Sejak muda, Japto menunjukkan minat dalam organisasi kepemudaan dan sosial. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta keberanian dalam menghadapi tantangan. Hal ini membawanya pada peran besar dalam organisasi kemasyarakatan yang kemudian ia pimpin selama beberapa dekade.
Perpaduan darah Jawa ningrat dan Eropa membuat Japto tumbuh dengan karakter unik—keras dalam memimpin, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap berbagai aspek sosial. Latar belakang keluarganya juga turut membentuk cara pandangnya dalam berorganisasi dan berpolitik.

Pemuda Pancasila dan Kepemimpinan yang Panjang

Pada tahun 1981, Japto terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) dalam Musyawarah Besar III di Cibubur. Sejak itu, ia terus memimpin organisasi ini selama lebih dari 40 tahun. Pemuda Pancasila adalah organisasi kepemudaan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, sering kali dikaitkan dengan peran politik dan keamanan dalam negeri. Di bawah kepemimpinan Japto, PP berkembang menjadi organisasi yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

Organisasi ini sering kali menjadi sorotan publik karena keterlibatannya dalam berbagai aksi demonstrasi, pengamanan politik, dan bahkan beberapa peristiwa kontroversial. Namun, Japto berulang kali menegaskan bahwa PP adalah organisasi yang berlandaskan Pancasila dan bertujuan untuk menjaga persatuan bangsa. Kepemimpinannya yang kuat dan karismatik membuatnya tetap dipercaya memegang kendali dalam organisasi ini hingga saat ini.

Selain memimpin PP, Japto juga aktif dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI (FKPPI). Ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Patriot, sebuah partai politik yang berbasis pada nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan kebangsaan sempat menjabat sebagai Ketua Umum Partai Patriot, partai politik yang didirikan sebagai perpanjangan tangan Pemuda Pancasila..

fd0928ac 02b8 415e 86f1 01eafcaa9793 169

Kehidupan Pribadi dan Hobi

Japto memiliki kehidupan pribadi yang menarik. Ia menikah dengan Retno Suciati dan memiliki tiga anak. Salah satu putranya, Raden Mas Sahid Abishalom Benninu Nugroho Noyosatwiko Soerjosoemarno, menikah dengan aktris terkenal Yasmine Wildblood. Hal ini semakin membuat keluarga Japto menjadi sorotan publik, terutama di kalangan media hiburan dan politik.

Selain aktif dalam dunia organisasi, Japto juga memiliki hobi yang cukup unik. Ia dikenal sebagai pecinta binatang dan aktif dalam pelestarian satwa melalui kerja samanya dengan WWF. Namun, yang cukup kontras adalah hobinya dalam berburu. Japto sering melakukan perburuan di Afrika dan memiliki koleksi trofi hasil buruannya. Meskipun beberapa orang mengkritik kegemarannya ini, Japto tetap aktif dalam kegiatan konservasi satwa liar.

Pada Februari 2023, ia juga terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) periode 2023-2027. Hal ini menunjukkan kepercayaan komunitas olahraga terhadap kepemimpinannya di luar ranah politik dan organisasi kepemudaan.

Kontroversi dan Isu Hukum

Sebagai sosok publik yang memiliki pengaruh besar, Japto tidak luput dari kontroversi. Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian adalah sengketa kepemilikan lahan dengan aktris Wanda Hamidah. Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyatakan bahwa tanah yang ditempati Wanda adalah milik Japto berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang ia miliki. Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menambah daftar panjang kontroversi yang mengiringi perjalanan hidupnya.

Selain itu, rumah Japto pernah menjadi sasaran penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah kasus yang terkait dengan penyelidikan korupsi. Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti atau dakwaan resmi yang menjadikan Japto sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Keterlibatan dalam Politik

Dalam dunia politik, Japto juga tidak tinggal diam. Ia menunjukkan dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Presiden 2024. Ia didapuk sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Tim Nasional Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN), yang memperlihatkan bahwa pengaruhnya dalam politik nasional masih kuat.

Keterlibatannya dalam berbagai aspek kehidupan politik dan organisasi menjadikannya salah satu tokoh berpengaruh di Indonesia. Meskipun sering dikaitkan dengan berbagai kontroversi, ia tetap menjadi figur yang dihormati oleh banyak kalangan, baik di dalam organisasi yang dipimpinnya maupun di dunia politik nasional.

 

Kontroversi dan Penggeledahan oleh KPK

Meskipun memiliki kiprah panjang dalam organisasi dan politik, perjalanan Japto tidak lepas dari kontroversi. Yang terbaru, rumahnya digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait keterlibatan langsungnya dalam kasus yang diselidiki, penggeledahan ini menambah catatan dinamika dalam perjalanan hidupnya.

Kasus ini semakin mengundang perhatian publik terhadap hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan dunia politik di Indonesia. Banyak yang bertanya-tanya apakah pengaruh Pemuda Pancasila di bawah kepemimpinan Japto tetap relevan dalam dinamika politik masa kini.