Ringkasan Cepat:
- Presiden Prabowo Subianto ikut prosesi penanaman pohon banyan bersama pemimpin negara BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi.
- Banyan (Ficus benghalensis) adalah pohon nasional India, simbol ketangguhan dan umur panjang.
- Dalam rangkaian KTT, Prabowo menegaskan Indonesia tidak mau didikte kekuatan tertentu dan mendorong persatuan Global South.
New Delhi, 14 September 2026 — Presiden Prabowo Subianto mengikuti prosesi penanaman pohon banyan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan pemimpin negara BRICS lainnya di area Patung Nataraj, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian KTT ke-18 BRICS 2026.
Mengapa Momen Ini Penting?

Penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni pelengkap KTT. Prosesi berlangsung setelah sesi foto bersama dan sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, tempat Prabowo menyampaikan sejumlah pesan utama Indonesia di forum BRICS.
Pilihan pohon juga tidak sembarangan. Banyan atau beringin (Ficus benghalensis) merupakan pohon nasional India yang dikenal karena akarnya yang kuat dan kemampuannya bertahan hidup dalam jangka waktu sangat lama, sehingga melambangkan ketangguhan, keabadian, dan umur panjang — pesan yang selaras dengan tema kerja sama jangka panjang antarnegara BRICS.
Momen ini juga memberi konteks tambahan pada arah politik luar negeri bebas aktif yang selama ini ditegaskan Indonesia — hadir dan aktif di berbagai forum multilateral tanpa terikat pada satu blok kekuatan tertentu.
“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu.” — Presiden Prabowo Subianto, dikutip Republika, KTT ke-18 BRICS, 12–13 September 2026
Siapa Saja yang Hadir dalam Prosesi Penanaman

Sebelum menuju lokasi penanaman, para pemimpin negara BRICS terlebih dahulu berfoto bersama. Dalam sesi tersebut, Prabowo berdiri di sebelah Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Di barisan yang sama tampak Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah, dan Presiden China Xi Jinping, berdampingan dengan pemimpin negara anggota dan mitra BRICS lain seperti Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali.
Usai sesi foto, para pemimpin berjalan menuju lokasi penanaman. Satu per satu mengambil sekop, menuangkan tanah dari karung goni ke atas bibit pohon banyan, lalu menyiramnya menggunakan alat penyiram tanaman yang telah disediakan panitia. Prabowo turut menjalani seluruh tahapan tersebut, mulai dari menuang tanah hingga menyiram bibit yang baru ditanam.
Reaksi dan Pesan yang Dibawa Prabowo

Momentum penanaman pohon berdekatan dengan sejumlah pernyataan resmi Prabowo selama KTT berlangsung. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden membawa tiga pesan utama Indonesia: kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, dan penguatan kerja sama global.
Untuk menegaskan pentingnya persatuan, Prabowo mengutip pepatah lama Indonesia dalam pernyataannya di sesi terbatas KTT.
“Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh.” — Presiden Prabowo Subianto, dikutip Detik Suara Rakyat, sesi terbatas KTT BRICS, 12 September 2026
Pada hari kedua KTT, Minggu (13/9/2026), dalam sesi bertema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”, Prabowo juga menyinggung tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan di kawasan Cincin Api Pasifik, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia kini telah bertransformasi dari pengimpor menjadi pengekspor pangan. Sikap serupa soal ketangguhan menghadapi tekanan eksternal ini konsisten dengan arah kebijakan Indonesia yang pernah ditegaskan Prabowo dalam forum multilateral lain, termasuk saat membawa lima agenda prioritas di KTT APEC 2025.
Kronologi Peristiwa
| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Sabtu, 12/9/2026 | Sesi foto bersama pemimpin BRICS di area Patung Nataraj, Bharat Mandapam | Detik, Garuda TV |
| Sabtu, 12/9/2026 | Prosesi penanaman dan penyiraman pohon banyan bersama | Detik, Garuda TV, Selaras.co.id |
| Sabtu, 12/9/2026 | Sesi terbatas “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” — Prabowo sampaikan 3 pesan utama | Detik (Seskab), Detik Suara Rakyat |
| Minggu, 13/9/2026 | Sesi “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” — Prabowo bahas ketahanan iklim dan pangan | CNBC Indonesia, Sinar Indonesia, Serikat News |
Apa Selanjutnya?
Rangkaian KTT ke-18 BRICS 2026 di New Delhi masih berlanjut dengan sejumlah agenda lain, termasuk peninjauan pameran “Bharat Innovates” dan “BRICS @20”, serta penyusunan Deklarasi New Delhi sebagai dokumen hasil akhir KTT. Dalam konteks lebih luas, sikap Indonesia yang menolak “didikte” kekuatan tertentu ini juga perlu dibaca berdampingan dengan dinamika hubungan Indonesia dengan kekuatan besar lain, termasuk perkembangan pandangan global terhadap posisi Amerika Serikat di kancah internasional yang terus bergeser sepanjang 2026.
