Daftar Isi
Toggleagfenerji.com 25 Febuari 2025


BACA JUGA : Volodymyr Zelensky Dari Komedian hingga Pemimpin Negara
Tjhai Chui Mie kembali terpilih sebagai Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh politik perempuan yang paling menonjol di Indonesia. Ia mencatatkan sejarah sebagai wali kota perempuan keturunan Tionghoa pertama di tanah air, sebuah pencapaian yang tidak hanya mencerminkan kemajuan dalam kesetaraan gender, tetapi juga simbol keragaman budaya yang diterima dalam kepemimpinan publik. Tjhai, yang kali ini berpasangan dengan Muhammadin sebagai Wakil Wali Kota, resmi ditetapkan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang pada 9 Januari 2025. Pasangan ini berhasil meraup 52.253 suara atau 54,52 persen dari total suara sah, mengungguli dua pasangan lainnya: Andi Syarif-Yusnita Fitriadi dengan 23.484 suara (24,5 persen) dan Abdul Muthalib-Irwan dengan 20.101 suara (20,98 persen). Kemenangan ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat Singkawang terhadap kepemimpinan Tjhai yang telah teruji selama periode pertamanya.

Pelantikan Tjhai Chui Mie dan Muhammadin dilaksanakan pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan ratusan kepala daerah terpilih lainnya dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara tersebut, Tjhai mendapat kehormatan mewakili para wali kota se-Indonesia untuk mengucapkan sumpah jabatan, sebuah momen yang menegaskan reputasinya sebagai pemimpin daerah yang disegani. Masa jabatan periode keduanya ini akan berlangsung selama lima tahun, dari 2025 hingga 2030, dan diharapkan dapat melanjutkan capaian-capaian positif yang telah dirintis sejak ia pertama kali menjabat pada 2017.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier

Tjhai Chui Mie lahir di Singkawang pada 27 Februari 1972, di tengah keluarga keturunan Tionghoa yang telah lama menetap di kota yang dikenal sebagai “Kota Seribu Kelenteng” ini. Sebelum terjun ke dunia eksekutif, Tjhai membangun karier politiknya melalui legislatif. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPRD Kota Singkawang pada periode 2009-2014, kemudian melanjutkan pada periode 2014-2019.

Di masa keduanya sebagai legislator, Tjhai sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Singkawang, menunjukkan kapasitasnya dalam memimpin dan mengelola dinamika politik lokal. Pada 2016, ia memutuskan mengundurkan diri dari DPRD untuk mengikuti Pilkada 2017,
yang kemudian dimenangkannya bersama Irwan sebagai wakil wali kota. Dalam kontestasi itu, Tjhai-Irwan berhasil mengamankan 38.486 suara, mengalahkan empat pasangan lainnya dan membukakan jalan bagi Tjhai untuk menjadi wali kota pertama keturunan Tionghoa di Indonesia.
Periode Pertama: Toleransi dan Pembangunan

Selama periode pertamanya (2017-2022), Tjhai Chui Mie dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan inklusif. Salah satu capaian terbesarnya adalah menjadikan Singkawang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, sebuah predikat yang diberikan oleh Setara Institute berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT). Kota ini, yang memiliki populasi multietnis dengan mayoritas Tionghoa, Melayu, dan Dayak, berhasil menjaga harmoni sosial di bawah kepemimpinannya. Tjhai sering kali mengedepankan pendekatan dialog antar komunitas dan mendukung festival budaya, seperti perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang menjadi daya tarik wisata nasional dan internasional.
Video Terpilih Nya Tjhai Chui Mie Sebagai Walikota
Selain soal toleransi, Tjhai juga fokus pada pembangunan infrastruktur. Proyek monumental di masa jabatan pertamanya adalah pembangunan Bandara Singkawang, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Maret 2024 setelah melalui proses panjang sejak groundbreaking pada 2019. Bandara ini, yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 427 miliar, memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter dan terminal seluas 900 meter persegi. Keberadaan bandara ini membuka akses transportasi udara ke Singkawang, meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi lokal, serta mengurangi ketergantungan pada Bandara Supadio di Pontianak yang berjarak sekitar 145 kilometer.
Tidak hanya bandara, Tjhai juga menginisiasi pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya. Salah satu proyek yang mencuri perhatian adalah renovasi Masjid Agung Singkawang, yang selesai pada 2021 dengan dana donasi swasta sebesar Rp 55 miliar. Masjid ini kini menjadi salah satu ikon arsitektur kota yang mencerminkan harmoni antaragama. Selain itu, ia juga memperhatikan sektor kesehatan dan pendidikan dengan membangun puskesmas dan sekolah-sekolah baru, banyak di antaranya didanai melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas lokal.
Pilkada 2024 dan Dukungan Politik
Dalam Pilkada 2024, Tjhai Chui Mie kembali maju dengan visi “Singkawang Hebat Jilid II,” yang menekankan pada kelanjutan pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan toleransi. Ia menggandeng Muhammadin, seorang politikus muda yang dianggap mampu melengkapi pengalamannya dengan energi baru. Kampanye mereka mendapat dukungan luas dari koalisi partai politik yang kuat, yakni PDI Perjuangan, Gerindra, NasDem, PAN, Demokrat, dan Hanura. Koalisi ini menguasai total 17 dari 25 kursi di DPRD Kota Singkawang, memberikan landasan politik yang kokoh bagi Tjhai-Muhammadin untuk memenangkan kontestasi.

Proses pemilihan berlangsung pada 27 November 2024, diikuti dengan penghitungan suara yang selesai pada awal Desember. Hasil rekapitulasi KPU menunjukkan kemenangan telak Tjhai-Muhammadin, yang kemudian diumumkan secara resmi pada 9 Januari 2025 setelah melalui proses verifikasi dan tidak adanya gugatan sengketa hasil pemilu. Dalam konferensi pers pada 4 Desember 2024, Tjhai menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan masyarakat dan dukungan tim pemenangan. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk lawan politiknya, untuk bersatu membangun Singkawang lebih baik lagi.

Harapan di Periode Kedua
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di dunia politik dan pemerintahan, Tjhai Chui Mie diharapkan membawa gebrakan baru di periode keduanya. Masyarakat Singkawang menaruh harapan besar pada kelanjutan pembangunan ekonomi, terutama melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan alam. Selain itu, peningkatan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan sanitasi juga menjadi sorotan, mengingat masih ada sejumlah tantangan di sektor ini. Bandara Singkawang, yang kini telah beroperasi, diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menarik investor dan wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Singkawang sebagai salah satu kota strategis di Kalimantan Barat.

Kepemimpinan Tjhai tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Singkawang, tetapi juga inspirasi nasional. Sebagai perempuan Tionghoa pertama yang menjabat wali kota, ia membuktikan bahwa kepemimpinan tidak mengenal batasan gender atau etnis. Di tengah dinamika politik Indonesia yang terus berkembang, Tjhai Chui Mie menjadi simbol toleransi, kerja keras, dan dedikasi untuk membawa perubahan positif bagi masyarakatnya. Dengan periode kedua yang baru dimulai, mata publik kini tertuju pada langkah apa yang akan ia ambil untuk menjadikan Singkawang lebih hebat di masa depan.

