agfenerji.com NTT,18 Febuari 2025
Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan tiga kali erupsi pada Senin,

BACA JUGA :Sejarah Berdirinya Candi Borobudur Pada Abad Ke-8
17 Februari 2025. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat sekitar dan otoritas setempat, mengingat intensitas erupsi yang cukup besar dalam waktu singkat. Erupsi pertama tercatat pada pukul 15:58 WITA, diikuti oleh erupsi kedua pada pukul 16:22 WITA, dan erupsi ketiga terjadi pada pukul 23:43 WITA. Masing-masing erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian yang berbeda-beda dan bergerak ke arah timur laut dan utara.

Erupsi gunung lewotobi tersebut disertai dengan awan panas dan semburan abu yang cukup tebal, menyebabkan jarak pandang terbatas bagi warga dan meningkatkan potensi bahaya bagi sekitar wilayah Gunung Lewotobi. Kolom abu yang terangkat ke atmosfer menandakan adanya peningkatan aktivitas magmatik yang signifikan.
Status Vulkanik Meningkat
Mengikuti serangkaian aktivitas yang semakin meningkat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan dan menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki ke Level IV (Awas). Status ini adalah tingkat kewaspadaan tertinggi yang menunjukkan adanya ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat. Sebelumnya, PVMBG juga mencatatkan adanya 987 gempa hembusan dalam periode lebih dari seminggu terakhir, sebuah indikator kuat bahwa magma di dalam perut bumi semakin mendekati permukaan.
Peningkatan kegempaan ini menunjukkan bahwa ada pergerakan fluida atau pelepasan gas yang terjadi dalam tubuh vulkanik gunung lewotobi, yang dapat menyebabkan tekanan yang lebih tinggi di dalam gunung. Gejala-gejala tersebut adalah sinyal bahwa letusan besar mungkin bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Warga Diimbau Waspada
Sehubungan dengan status “Awas” yang diberlakukan, pihak berwenang meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi. Selain itu, sektor barat daya hingga timur laut sejauh 7 km juga harus diwaspadai, karena letusan yang lebih besar dapat memperluas area bahaya.

Pihak PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi banjir lahar hujan. Gunung Lewotobi Laki-Laki memiliki beberapa sungai yang berhulu di puncak gunung, yang dapat membawa material vulkanik berupa abu, batu, dan pasir ke permukaan tanah. Pada saat hujan lebat, banjir lahar hujan bisa terjadi, membawa ancaman bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai tersebut.
Karakteristik Gunung Lewotobi Laki-Laki
Gunung Lewotobi Laki-Laki adalah sebuah stratovolcano yang memiliki dua puncak, yaitu puncak Lewotobi Laki-Laki dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut dan puncak Lewotobi Perempuan yang lebih tinggi, yakni 1.703 meter di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan bagian dari rangkaian gunung api aktif yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur, dan telah beberapa kali mengalami erupsi besar sepanjang sejarahnya.
Erupsi besar terakhir terjadi pada 4 November 2024, yang menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah penduduk dan merenggut korban jiwa. Letusan tersebut disertai dengan hujan abu yang cukup lebat dan menutupi sebagian besar area sekitar gunung lewotobi. Beberapa desa juga terkena dampak dari erupsi tersebut, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan rumah warga.
Pemerintah Terus Memantau
Pemerintah, bersama dengan otoritas terkait, terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi Laki-Laki. Proses pemantauan dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, termasuk seismografi untuk mendeteksi gempa vulkanik, serta pengamatan visual terhadap kolom abu yang keluar dari kawah. Selain itu, pihak berwenang juga rutin memberikan informasi terkini kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi untuk mengurangi risiko dan memastikan keselamatan warga.

Dengan status Level IV (Awas) yang diberlakukan, upaya evakuasi dan kesiapsiagaan masyarakat akan terus diprioritaskan. Pihak berwenang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa warga yang berada dalam bahaya dapat segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada 17 Februari 2025 menandai peningkatan aktivitas vulkanik yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Dengan status “Awas” yang telah diterapkan dan peringatan mengenai potensi bencana seperti banjir lahar hujan, masyarakat di sekitar gunung lewotobi diimbau untuk segera mengungsi dan mengikuti instruksi pihak berwenang. Meskipun erupsi kali ini belum mencapai skala yang sangat besar, namun potensi bahaya tetap ada dan perlu diwaspadai, terutama dengan mempertimbangkan riwayat letusan gunung yang sebelumnya telah menimbulkan kerusakan signifikan.
Otoritas terkait terus memberikan pembaruan dan informasi penting mengenai perkembangan aktivitas vulkanik, sehingga masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana.
